Duniaku dalam Fatamorgana
Rupa-rupa dunia ku hirup, ku jamah, ku rasa indah ronanya lintasi fantasi khayalku, menembus ke sudut imaji Ratap bahagia, harap nestapa, angan nan tinggi menyisakan fatamorgana
Buah indahmu membiusku, melumpuhkan logika seperti berkhayal dalam dongeng membutakan apa dan siapa aku
Jauh sudah ku berharap, pangeran tampan tak kunjung datang kereta kencana tak jua tiba lalu untuk apa ku tetap di sini menunggu hingga terpejam dan terjaga
Sia-sia khayal asaku, tak habis tak berujung sebab ia tak kan pernah menyentuh mimpiku bahkan menyapapun enggan
Biar aku kembali ke pangkuan hatiku



